Ekonomi digital Singapura mencatatkan tren pertumbuhan yang mengesankan sepanjang tahun 2025 dengan nilai total mencapai S144,1miliaratausetaradenganUS112,4 miliar. Berdasarkan laporan terbaru Infocomm Media Development Authority, ekspansi sektor digital ini berhasil melampaui laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dengan menyumbang 19.3 persen dari produk domestik bruto negara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, lonjakan ini tidak lepas dari masifnya integrasi teknologi kecerdasan buatan di berbagai lini bisnis, mulai dari perusahaan skala besar hingga pelaku usaha kecil dan menengah. Angka adopsi AI di kalangan pelaku usaha melonjak tajam dari 14,7 persen pada tahun sebelumnya menjadi 23,5 persen, menandakan transformasi digital yang semakin merata di negara jiran tersebut.
Sektor non-informasi dan komunikasi tetap mendominasi sebagai penggerak utama dengan kontribusi mencapai S97miliar,sementarasektorteknologiinformasisendirimembukukanangkaS47,1 miliar. Pertumbuhan yang merata di berbagai bidang ini turut mengerek kebutuhan talenta digital, di mana jumlah tenaga kerja teknologi meningkat 3,8 persen menjadi 222.200 pekerja dengan penawaran upah median yang kompetitif.
"Singapura terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan seiring langkah perusahaan dan pekerja merangkul solusi baru dalam perjalanan transformasi digital mereka," demikian pernyataan Chief Executive IMDA Ng Cher Pong dikutip dari laporan resmi lembaga tersebut.
Meski demikian, pengamatan awak media mencatat masih ada tantangan kesenjangan antara ambisi pekerja dan akses pelatihan yang memadai, meskipun sebagian besar tenaga kerja telah memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas harian. Menanggapi hal ini, pemerintah setempat berkomitmen memperluas program peningkatan keterampilan guna memastikan tenaga kerja nasional tetap kompetitif di era digital masa depan.