Gelaran China-ASEAN EXPO (CAEXPO) di Nanning, Guangxi, baru-baru ini menjadi magnet tersendiri bagi puluhan perusahaan asal Singapura yang ingin menembus pasar raksasa Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan pengamatan awak media, puluhan eksibitor memanfaatkan ajang tersebut untuk mencari peluang distribusi sekaligus membangun jaringan bisnis jangka panjang. Meskipun bayang-bayang kasus penipuan investasi sempat mencuat di kawasan tersebut, para pelaku usaha menegaskan bahwa langkah ekspansi mereka tidak surut sedikit pun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bagi sebagian besar korporasi Singapura, kota-kota lapis pertama seperti Beijing dan Shanghai kini dianggap sebagai area persaingan yang terlalu padat atau kerap disebut sebagai lautan merah. Sebaliknya, wilayah Guangxi dinilai sebagai sebuah peluang baru yang menawarkan ruang pertumbuhan jauh lebih luas dan kompetisi yang lebih longgar. "Kami adalah perusahaan Singapura, dan moto kami sangat jelas untuk menginternasionalisasi bisnis," ujar CEO KinderWorld International Group, Tan Teck Yong, sebagaimana dilaporkan dalam dinamika bisnis lintas negara.
Perjalanan menembus pasar China bukanlah hal instan yang bisa dicapai dalam waktu singkat, melainkan proses panjang yang memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Para direktur perusahaan mengungkapkan bahwa membangun kepercayaan dengan distributor lokal serta memahami karakteristik budaya konsumen setempat memerlukan ketekunan ekstra. Pendekatan ini terbukti efektif bagi sejumlah jenama asal Singapura yang mulai memperluas jangkauan produk mereka hingga ke luar wilayah Nanning berkat keikutsertaan konsisten dalam pameran dagang internasional.
Di sisi lain, pemerintah Singapura terus mendorong para pelaku usaha lokal untuk berani melangkah keluar negeri demi mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah skala domestik yang terbatas. Berbagai kunjungan pejabat tinggi ke kawasan Guangxi kian mempertegas posisi wilayah tersebut sebagai gerbang strategis yang menghubungkan perekonomian China dengan Asia Tenggara. Dengan dukungan kebijakan yang pro-bisnis serta komitmen kuat dari para pengusaha, gelombang ekspansi korporasi Singapura di Nanning diyakini bakal terus menunjukkan tren positif ke depannya.