Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta gadget di Amerika Serikat. Pabrikan raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, secara senyap kembali mengerek naik harga jual untuk sejumlah lini ponsel cerdas andalannya di luar seri flagship.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber teknologi, penyesuaian harga ini menyusul lonjakan biaya komponen global yang saat ini tengah melanda industri perangkat keras. Gelombang kenaikan harga ini turut berdampak langsung pada lini ponsel kelas menengah hingga entry-level besutan Samsung.
Sejumlah perangkat yang terkena imbas penyesuaian harga meliputi seri Galaxy A57, Galaxy A37, Galaxy A27, hingga lini paling terjangkau mereka yaitu Galaxy A17. Kenaikan harga yang diterapkan bervariasi mulai dari USD 20 hingga USD 70, tergantung pada model serta konfigurasi memori yang dipilih oleh konsumen.
Menurut pengamatan awak media, model entry-level seperti Galaxy A17 tercatat mengalami kenaikan harga signifikan untuk kedua kalinya dalam kurun waktu relatif singkat. Ponsel murah tersebut kini dibanderol jauh lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali meluncur di pasaran awal tahun lalu.
Dari analisis tim redaksi, fenomena kenaikan harga massal ini mengindikasikan bahwa tekanan biaya produksi akibat krisis komponen dan tren integrasi teknologi kecerdasan buatan telah memaksa produsen untuk mengalihkan beban finansial langsung kepada para pembeli akhir.