Pemerintah Singapura melalui Government Technology Agency of Singapore atau GovTech menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait rencana untuk memperluas penggunaan platform kencan khusus pegawai negeri bernama FirstDate di luar tahap uji coba.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, program rintisan ini saat ini masih dibatasi secara eksklusif bagi para pegawai sektor publik yang belum menikah serta berada dalam rentang usia 21 hingga 35 tahun.
Pihak GovTech menjelaskan bahwa peluncuran uji coba ini bertujuan untuk menguji pendekatan yang berbeda dalam dunia perjodohan digital, dengan memberikan penekanan yang lebih besar pada kesamaan nilai serta preferensi personal.
Dalam keterangannya, pihak agensi menyatakan, "No decision has been made on whether to launch or expand FirstDate beyond the pilot stage," menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh masih akan terus dilakukan.
Platform FirstDate sendiri menarik perhatian media internasional karena menggunakan sistem verifikasi identitas menggunakan Singpass, yang memastikan bahwa seluruh peserta merupakan individu nyata dan memenuhi kriteria kelayakan.
Selain itu, platform ini menerapkan algoritma matematika peraih Nobel bernama Gale-Shapley Stable Marriage, di mana pengguna hanya akan menerima satu rekomendasi pasangan per siklus guna menghindari kelelahan mental akibat terlalu banyak pilihan.
Dari analisis awak media, langkah inovatif ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi modern terhadap isu demografi, sekaligus menjaga privasi dan kenyamanan pengguna melalui batasan ketat dalam pertukaran kontak.
GovTech belum mempublikasikan angka partisipasi resmi karena uji coba tersebut baru saja dimulai pada akhir September lalu, dan seluruh masukan dari peserta akan dijadikan bahan evaluasi pengembangan ke depan.