Penerapan penuh Beverage Container Return Scheme atau BCRS di Singapura memaksa para pelaku usaha ritel bergerak cepat membersihkan produk lama yang belum berlabel. Berdasarkan laporan media, sejumlah toko dan supermarket harus memutar otak untuk merapikan inventaris mereka sebelum aturan wajib tersebut berlaku efektif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meskipun pemerintah telah memberikan masa transisi selama enam bulan serta kesempatan diskon besar-besaran, banyak pengusaha kecil masih kewalahan menghabiskan stok lama. Menanggapi kendala tersebut, National Environment Agency mencatat lebih dari 2.700 pedagang telah mengajukan permohonan tambahan waktu pelonggaran selama satu bulan.
Berdasarkan aturan baru ini, konsumen diwajibkan membayar deposit sebesar 10 sen untuk wadah logam dan plastik yang memenuhi syarat, yang nantinya bisa dikembalikan melalui mesin khusus. Sejumlah supermarket besar dilaporkan telah berhasil menyesuaikan diri, sementara toko-toko kelontong memanfaatkan masa tenggang tambahan untuk menempelkan stiker khusus pada produk mereka.
Menurut analisis awak media, transisi sistem baru ini memang membutuhkan waktu adaptasi yang tidak sebentar bagi ekosistem perdagangan lokal. Pihak berwenang dan para pelaku industri terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran operasional sekaligus meminimalkan kebingungan di tengah masyarakat.