Dunia kencan online kembali diwarnai aksi kejahatan licik yang berujung pada kerugian finansial besar bagi para korbannya. Berdasarkan laporan investigasi yang dikutip dari CNA, sindikat penipuan terorganisir di Singapura memanfaatkan aplikasi pencarian jodoh seperti Tinder dan OkCupid untuk menjerat mangsa mereka ke dalam permainan mahjong yang telah dicurangi sejak awal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kasus ini terungkap setelah salah satu anggota sindikat bernama Olivia Chin Hui Zhen dijatuhi vonis hukuman penjara selama delapan bulan disertai denda S$3.000 pada hari Kamis (1/10). Dalam persidangan tersebut, wanita berusia 31 tahun itu mengakui keterlibatannya dalam konspirasi penipuan dan perjudian ilegal yang dirancang secara matang oleh seorang dalang utama berinisial Marcus Ang Yi Sheng.
Dari analisis tim redaksi, modus operandi yang digunakan sindikat ini tergolong sangat terstruktur karena membagi peran secara spesifik bagi setiap anggotanya untuk memastikan target selalu kalah. Ang selaku otak kejahatan menyamar sebagai wanita di aplikasi kencan, mengundang korban untuk bermain, sementara anggota sindikat lainnya berperan sebagai pemain terlatih, pengawas, hingga penyusun strategi kartu guna mengeruk keuntungan hingga ribuan dolar.
Aksi pemerasan dalam permainan ini bahkan berlanjut hingga tahap ancaman ketika korban menolak membayar kekalahan nominal besar yang mencapai puluhan ribu dolar akibat aturan poin tanpa batas. Meskipun pihak pembela berargumen bahwa kliennya berada di tingkat keterlibatan terendah dan telah melakukan pengembalian dana, hakim tetap menegaskan bahwa setiap pelaku dalam lingkaran konspirasi memiliki tanggung jawab hukum yang setara.