Masyarakat Singapura harus bersiap menghadapi kenaikan biaya mobilitas harian setelah Public Transport Council mengumumkan penyesuaian tarif transportasi umum. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 26 Desember mendatang dan mencakup kenaikan tunai tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi, pengguna kartu dewasa yang menempuh perjalanan hingga 3,2 kilometer akan mengalami kenaikan sebesar 12 sen per perjalanan. Sementara itu, penumpang yang melakukan perjalanan dengan jarak lebih jauh harus membayar tambahan 13 sen untuk setiap perjalanan.
Kenaikan tarif secara keseluruhan mencapai 7 persen, melampaui rekor tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen. Menurut analisis awak media, lonjakan ini tidak terlepas dari tekanan global sektor energi yang sangat memengaruhi biaya operasional harian operator transportasi.
Dewan Transportasi Umum menyatakan bahwa lonjakan harga energi yang signifikan antara bulan Juli 2025 hingga Juni 2026 menjadi pemicu utama. Kondisi tersebut diperparah oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah yang mendongkrak biaya bahan bakar secara drastis.
Meski demikian, pihak berwenang tetap memberikan perlindungan bagi kelompok rentan seperti pelajar, lansia, serta penyandang disabilitas dengan membatasi kenaikan kartu konsesi hanya sebesar 5 sen. Pekerja berpenghasilan rendah di bawah skema khusus bahkan dibebaskan dari kenaikan tarif karena ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Sebagai respons atas keluhan publik, pemerintah juga memperluas jangkauan bantuan finansial dengan menambah anggaran voucher transportasi publik. Nilai bantuan per rumah tangga yang memenuhi syarat ditingkatkan menjadi S$80 guna meringankan beban pengeluaran warga berpenghasilan menengah ke bawah.