Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau yang kerap disebut pancaroba, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mewaspadai flu dan infeksi saluran pernapasan akut. Berdasarkan analisis tim redaksi, perubahan cuaca yang drastis ini turut memicu pergeseran kondisi lingkungan yang sangat memengaruhi kerentanan tubuh manusia terhadap berbagai infeksi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa fluktuasi cuaca ekstrem selama pancaroba menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan patogen dan perkembangbiakan hewan pembawa penyakit. "Pada masa peralihan musim, selain influenza dan ISPA, masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang berkaitan dengan perubahan lingkungan, seperti DBD, diare, dan leptospirosis, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan genangan atau banjir," demikian penjelasan resmi dari Kemenkes.
Dari pengamatan awak media, lonjakan kasus ketiga penyakit tersebut dipicu oleh faktor kebersihan lingkungan serta kualitas air yang menurun akibat genangan air hujan. Nyamuk penular demam berdarah berkembang biak lebih cepat dalam genangan air bersih, sementara bakteri leptospirosis mudah menyebar melalui air kencing tikus yang bercampur dengan banjir. Selain itu, sanitasi yang kurang terjaga selama pancaroba juga memperbesar risiko penularan diare di tengah masyarakat.
Kemenkes memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit penyerta yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih lemah. Kelompok-kelompok ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara ekstra guna menghindari risiko infeksi yang berat selama masa peralihan cuaca.
Langkah preventif utama yang ditekankan oleh pemerintah adalah konsistensi dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Masyarakat diminta aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, memastikan keamanan konsumsi air bersih, serta menjaga kebersihan makanan guna menekan potensi lonjakan kasus penyakit di berbagai daerah.