Google akhirnya merespons keluhan masif dari para pengguna aplikasi Gemini terkait aturan batas penggunaan baru yang dinilai terlalu cepat habis. Berdasarkan laporan terbaru, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan sejumlah penyesuaian penting demi meredam kekecewaan publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelumnya, pada ajang I/O 2026 pekan lalu, aplikasi Gemini resmi beralih menggunakan sistem pembatasan berbasis komputasi atau compute-based usage limits. Sistem ini dirancang untuk memperhitungkan kompleksitas perintah, penggunaan alat, hingga panjang obrolan dengan pembaharuan kuota setiap lima jam sekali.
Menanggapi kritik pedas yang membanjiri berbagai forum, Gemini lead Josh Woodward menyatakan bahwa pihak perusahaan kini menerapkan pembatasan kuota untuk perintah tunggal yang sangat kompleks. "Kami membatasi jumlah kuota yang dapat digunakan oleh satu perintah tunggal agar Anda bisa mendapatkan manfaat lebih maksimal dari model Pro," ujar Woodward sebagaimana dikutip dari laporan.
Selain itu, Google juga menegaskan bahwa kesalahan sistem atau error sama sekali tidak akan memotong kuota pengguna. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keadilan bagi para pelanggan setia yang kerap merasa dirugikan akibat gangguan teknis.
Berdasarkan analisis awak media, langkah responsif ini menunjukkan bahwa Google sangat berhati-hati dalam menjaga loyalitas basis pengguna di tengah persaingan industri kecerdasan buatan yang semakin ketat. Kehadiran opsi pembelian kredit tambahan di masa mendatang diprediksi akan menjadi solusi fleksibel bagi pengguna berat.
Di sisi lain, Google kini membebaskan biaya kuota untuk penggunaan model 3.1 Flash-Lite serta memberikan kejelasan informasi melalui dasbor pemantauan yang lebih rinci agar pengguna dapat mengelola aktivitas harian mereka secara optimal.