Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah konten video yang mengeklaim seorang anggota kepolisian diterkam oleh seekor harimau ketika sedang melaksanakan tugas patroli keliling. Unggahan tersebut sontak menarik perhatian warganet setelah disebarkan oleh sejumlah akun di platform media sosial Facebook sejak Februari 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan narasi yang menyertai unggahan tersebut, digambarkan detik-detik menegangkan saat seorang oknum polisi diserang buasnya harimau hingga rekan sebutuhnya berusaha melepaskan tembakan. Menanggapi viralnya video tersebut, tim redaksi bersama lembaga pemeriksa fakta langsung bergerak cepat melakukan penelusuran mendalam guna mengungkap kebenaran di balik informasi yang meresahkan itu.
Mengutip laporan hasil penelusuran mendalam, tidak ditemukan adanya laporan resmi maupun berita valid mengenai insiden seorang polisi yang diterkam harimau saat berdinas di lapangan pada periode tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video itu bersumber dari sebuah kanal YouTube yang diunggah pada awal Januari 2026 dan secara jelas telah diberi label khusus buatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Dari analisis lanjutan menggunakan alat deteksi digital canggih seperti Hive Moderation dan TruthScan, terungkap bahwa video dramatis tersebut memiliki probabilitas sangat tinggi sebagai produk rekayasa teknologi. Alat deteksi Hive Moderation mencatat tingkat keakuratan indikasi AI mencapai 99,8 persen, sementara TruthScan mendeteksi probabilitas pembuatan sintetis sebesar 96 persen.
Berdasarkan bukti-bukti digital dan nihilnya catatan peristiwa di lapangan, dapat disimpulkan bahwa video penyerangan harimau terhadap polisi merupakan informasi palsu atau hoaks belaka. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, meningkatkan literasi digital, serta tidak mudah percaya maupun menyebarkan konten visual yang belum terverifikasi kebenarannya.