Pemerintahan resmi Yaman mengambil langkah tegas dengan mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar untuk merebut kembali seluruh wilayah yang saat ini dikuasai oleh kelompok Houthi. Pengumuman ambisius ini dikeluarkan di tengah situasi pelik, di mana milisi Houthi baru saja mencatatkan kemajuan teritorial yang signifikan di lapangan dengan mengisolasi kota penting dari ibu kota sementara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis pada hari Minggu, Ketua Dewan Kepresidenan Yaman Rashad al-Alimi menyerukan kepada seluruh angkatan bersenjata untuk segera menjalankan misi yang telah ditetapkan. "Saya mengumumkan hari ini dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah Republik yang tersisa dan memperluas otoritas negara di seluruh wilayah nasional," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan media internasional.
Langkah ofensif pemerintah ini dibayangi oleh tekanan berat setelah milisi Houthi berhasil memutus jalur pasokan vital yang menghubungkan kota Taiz yang terkepung dengan Aden. Berdasarkan laporan dari sumber-sumber keamanan dan kepolisian setempat, kelompok pemberontak tersebut sukses menguasai area al-Safiya serta menduduki kantor polisi setelah pertempuran sengit terjadi selama beberapa hari.
Dari analisis awak media, eskalasi militer terbaru ini menandai babak baru yang semakin membahayakan stabilitas kawasan Laut Merah dan sekitarnya. Pengamat pertahanan menilai bahwa misi balasan pemerintah Yaman akan menghadapi tantangan besar, terutama mengingat kelompok Houthi belakangan ini semakin agresif melancarkan serangan drone dan rudal balistik ke fasilitas vital di Arab Saudi.
Sementara itu, bentrokan bersenjata yang pecah di sekitar provinsi barat Taiz telah merenggut lebih dari 70 nyawa dari kedua belah pihak dalam kurun waktu sehari. Di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk akibat konflik berkepanjangan sejak 2014, warga sipil di Taiz tetap menyatakan tekad bulat untuk bertahan dan menolak segala bentuk pendudukan lanjutan dari milisi Houthi.