Profesi sebagai penjaga kebun binatang seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang pada masa lalu. Berdasarkan laporan dari tim redaksi, Rutraajni Gurusamy Kaunder bahkan sempat mendapat peringatan dari guru sekolahnya yang mengira pekerjaan tersebut hanya berkutat pada pembersihan kotoran hewan setiap harinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun, pandangan tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat wanita berusia 25 tahun ini. Sebagaimana dilaporkan, ia justru bangga meneruskan jejak keluarga besar yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk merawat satwa di lembaga konservasi ternama di Singapura selama beberapa dekade.
Keluarga Rutraajni memiliki sejarah yang sangat erat dengan perkembangan kebun binatang di negeri Merlion. Kakeknya, G Permalo C Gomsamy, mulai bekerja di Singapore Zoo sejak hari pembukaannya pada tahun 1973, sementara sang ayah, Gurusamy Permalo, bergabung dengan Night Safari saat fasilitas tersebut resmi dibuka pada tahun 1994.
Masa kecil Rutraajni diwarnai dengan pengalaman yang tidak biasa dibandingkan anak-anak seusianya. Mengutip laporan resmi, ia sering menghabiskan waktu di belakang panggung kebun binatang, berinteraksi langsung dengan berbagai satwa peliharaan keluarga di rumah, hingga belajar mengenali perilaku alami hewan.
Sebelum memutuskan menjadi penjaga kebun binatang penuh waktu pada tahun 2022, Rutraajni sempat menempuh pendidikan di bidang manajemen penerbangan atas saran sang ayah. Berdasarkan analisis awak media, latar belakang keluarganya sempat memunculkan keraguan awal dari sang ayah karena beratnya beban fisik pekerjaan tersebut, mengingat ia juga seorang atlet powerlifter.
Setelah membuktikan dedikasi dan kekuatannya, Rutraajni akhirnya ditempatkan di River Wonders untuk menghindari nepotisme dan membiarkannya berkembang dengan usahanya sendiri. Di sana, ia bertanggung jawab merawat primata, karnivora, herbivora, hingga buaya, serta melatih capybara agar terbiasa dengan pemeriksaan medis.
Kini, Rutraajni memiliki impian besar untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri dalam bidang manajemen perilaku satwa. Sebagaimana dilaporkan, ia bertekad untuk mendedikasikan ilmu tersebut demi kemajuan Mandai Wildlife Group di masa mendatang.