Menyandang gelar sarjana dari dunia pendidikan tidak lantas membuat Hasbi Agus Ananda bernar-benar terpanggil untuk berdiri di depan kelas sebagai seorang guru. Di tengah kesibukannya merampungkan studi Pendidikan Ilmu Keolahragaan di Medan, pemuda berusia 27 tahun ini justru menemukan passion yang lebih kuat di ranah wirausaha.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah awal Hasbi dalam meniti dunia bisnis dimulai secara sederhana sejak ia masih duduk di bangku kuliah semester tiga. Berawal dari menjajakan camilan risol kepada rekan-rekan sesama mahasiswa di lingkungan fakultas, ia perlahan mulai memperluas jangkauan pasar dengan melibatkan teman-teman kampusnya untuk membantu proses pemasaran.
Pengalaman merintis usaha kecil-kecilan tersebut membentuk mental serta memperluas relasi Hasbi dengan banyak kalangan pebisnis. Menurut analisis tim redaksi, lingkungan pergaulan yang terbentuk selama masa perkuliahan memberikan pengaruh besar dalam mematangkan keputusan Hasbi untuk serius menekuni dunia usaha makanan.
Bisnis roti keluarga yang dikenal dengan nama "Mama Zita" menjadi pelabuhan utama bagi Hasbi untuk mengasah kemampuan manajerialnya. Sebagaimana dilaporkan, ia bahkan harus turun tangan langsung mengurus proses produksi sejak waktu subuh apabila terdapat pesanan dalam jumlah besar di pagi hari.
Tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis kuliner ini diakui Hasbi terletak pada fluktuasi harga bahan baku, khususnya tepung di pasaran. Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas produk tanpa harus menaikkan harga jual kepada para pelanggan setianya.
Tidak berhenti pada bisnis roti, Hasbi kini tengah mempersiapkan konsep usaha baru bernama "Dua Gelas" yang memadukan nuansa angkringan modern dan coffee shop semi-outdoor. Berdasarkan pengamatan awak media, langkah ekspansi ini menunjukkan bahwa insting bisnis pemuda tersebut terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Bagi Hasbi, gelar sarjana pendidikan yang diraihnya tetap menjadi pencapaian akademik yang berharga dalam perjalanan hidupnya. Namun, ia menegaskan bahwa masa depan dan cita-citanya kini sepenuhnya diletakkan pada dinamika dunia kewirausahaan yang penuh tantangan.