Tragedi kelautan kembali menimpa perairan Indonesia setelah jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal feri di Laut Jawa dilaporkan melonjak drastis hampir dua pekan pasca-kejadian. Tim SAR gabungan terus berjibaku memperluas area pencarian untuk menemukan puluhan korban yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kapal feri Virgo Transport 8 diketahui membawa 213 penumpang serta 30 anak buah kapal sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan perusahaan pelayaran. Perjalanan tersebut bermula saat kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menuju Banjarmasin.
Berdasarkan keterangan resmi pejabat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers, dari total 243 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 172 orang telah dievakuasi dengan rincian 108 selamat, 64 meninggal dunia, dan 71 orang masih dalam proses pencarian.
Operasi penyelamatan menunjukkan titik terang ketika tim penyelam berhasil mengevakuasi empat jenazah dari bangkai kapal yang tenggelam, sementara tujuh korban lainnya ditemukan di sepanjang garis pantai. Menilik situasi di lapangan, otoritas setempat memutuskan untuk memperpanjang masa operasi SAR selama tujuh hari ke depan dengan evaluasi berkala setiap tiga hari.
Dari analisis awak media, insiden memilukan ini kembali menyoroti kerentanan keselamatan transportasi air di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ketergantungan masyarakat pada moda transportasi laut menuntut pengawasan ketat untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.