Loading
Bandar Bola Kabayan News Medan Bandar Bola Kabayan News Medan
/home / teknologi / Donald Trump Tolak Proposal Damai...
TEKNOLOGI

Donald Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tegaskan AS Menang Telak di Selat Hormuz

By Yuda Afandi Butar Butar • 2 min read • 27 September 2026
Presiden AS Donald Trump dan situasi geopolitik Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump dan situasi geopolitik Selat Hormuz

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak proposal damai yang diajukan oleh Iran. Berdasarkan laporan yang dihimpun, inisiatif tersebut disampaikan Teheran melalui mediator Qatar dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, dengan klaim mampu membuka kembali jalur minyak vital dunia dalam kurun waktu tujuh hari.

Menanggapi proposal tersebut, Donald Trump memberikan respons keras di Gedung Putih sebelum bertolak ke Tennessee. Ia menilai langkah itu diambil Teheran karena berada dalam posisi terdesak akibat sanksi ekonomi. "Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena mereka kehilangan banyak pendapatan, karena uang mereka berasal dari Selat Hormuz," ujar Trump memberikan keterangan.

Berdasarkan analisis awak media, penolakan ini memperlihatkan strategi tekan maksimum yang kembali diterapkan Washington guna memaksa Teheran menyerahkan kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut. Trump bahkan sempat mengunggah peta Selat Hormuz di platform Truth Social yang diberi label khusus sebagai bentuk sindiran politik yang tajam terhadap rezim Iran.

Kendati demikian, pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa penyelesaian sengketa ini tidak bisa dicapai melalui jalur militer semata. "Hanya solusi perundingan yang dapat mengeluarkan mereka dari kebuntuan ini," ungkap Araghchi melalui pernyataan resminya di media sosial, seraya menambahkan bahwa negaranya masih menunggu penyampaian resmi dari pihak mediator.

Dalam perkembangan terkait, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak pernah meninggalkan meja perundingan, namun krisis kepercayaan terhadap Washington menjadi hambatan utama. Berdasarkan poin-poin proposal yang diajukan, Iran menuntut pencairan aset senilai 12 miliar dolar AS, pencabutan sanksi minyak, hingga penghentian blokade laut sebelum menyetujui normalisasi jalur pelayaran Selat Hormuz.

Topics
donald trump iran selat hormuz amerika serikat timur tengah abbas araghchi masoud pezeshkian pbb
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.