Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mendadak meluapkan kekesalannya yang memuncak ketika melakukan inspeksi mendadak di kawasan persawahan Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Kemarahan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ia mendapati ribuan hektar lahan pertanian warga mengalami kekeringan parah hingga tidak mendapati pasokan air selama berbulan-bulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, amarah sang menteri dipicu oleh ketimpangan antara laporan manis di atas kertas dari jajaran birokrasi dengan realitas pahit yang harus dihadapi oleh para petani di lapangan. Padahal, lokasi sumber air besar berupa aliran sungai hanya berjarak beberapa kilometer saja dari area persawahan yang terdampak.
Dalam kunjungan lapangannya yang penuh ketegangan tersebut, Menteri PU langsung menghubungi pejabat terkait melalui sambungan telepon seluler untuk meminta pertanggungjawaban atas mangkraknya fungsi saluran irigasi. Ia mendesak agar jajaran penanggung jawab proyek segera turun tangan langsung ke lokasi tanpa ada alasan penundaan.
Mengutip laporan dari awak media di lokasi, situasi semakin emosional ketika seorang petani bernama Supandi blak-blakan menceritakan penderitaannya harus merogoh kocek pribadi demi membeli mesin pompa air dan selang. Langkah swadaya terpaksa diambil agar tanaman padi mereka tidak mengalami gagal panen total akibat ketiadaan perhatian dari instansi berwenang.
Mendengar langsung keluhan menyayat hati dari para petani setempat, Dody menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas lambannya respons birokrasi kementeriannya. Ia bahkan tak ragu untuk meminta pencopotan pejabat balai wilayah sungai terkait yang dinilai gagal memberikan pelayanan cepat dan tanggap bagi kesejahteraan petani.