Kepolisian Singapura kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat menyusul maraknya kasus penipuan dengan modus baru yang mengatasnamakan peritel ternama Harvey Norman. Berdasarkan laporan dari aparat penegak hukum setempat, kejahatan siber ini telah menjerat banyak korban dengan total kerugian finansial yang sangat fantastis sejak awal tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, sindikat penipuan ini menggunakan teknik rekayasa sosial yang sangat terstruktur untuk mengelabui korban. Modus operandi bermula ketika korban menerima panggilan telepon misterius dari seseorang yang mengaku sebagai staf Harvey Norman, yang mengklaim bahwa korban telah melakukan pembelian televisi atau memiliki konfirmasi pengiriman tertunda.
Ketika korban menyangkal pernah melakukan transaksi tersebut, pelaku langsung mengalihkan skenario dengan menyebut bahwa data pribadi korban telah disalahgunakan dalam tindakan kriminal. Tak lama kemudian, panggilan tersebut disambungkan kepada pelaku lain yang menyamar sebagai pejabat Monetary Authority of Singapore atau MAS, untuk menambah tekanan psikologis.
Korban kemudian dituduh terlibat dalam kasus pencucian uang dan tindak kejahatan serius lainnya. Untuk meyakinkan korban agar menuruti instruksi, mereka diinstruksikan untuk memindahkan sejumlah uang ke rekening aman, menarik tunai, membeli batangan emas, hingga menyerahkan barang berharga seperti perhiasan dan jam tangan mewah kepada pihak yang tidak dikenal.
Janji manis berupa pengembalian dana setelah penyelidikan selesai menjadi perangkap akhir bagi para korban. Berdasarkan pengamatan awak media, para korban baru menyadari bahwa mereka telah tertipu setelah melakukan transfer berkali-kali tanpa pernah mendapatkan kembali aset berharga mereka.
Menanggapi fenomena ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa pejabat pemerintah Singapura tidak akan pernah meminta masyarakat untuk mentransfer uang, menyerahkan barang berharga, atau membocorkan rincian login perbankan. Pemerintah juga tidak pernah meminta warga mengunduh aplikasi seluler dari toko aplikasi yang tidak terverifikasi.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta memanfaatkan aplikasi ScamShield guna menangkal panggilan maupun pesan singkat penipuan. Apabila warga merasa curiga atau ragu terhadap suatu panggilan, mereka dapat segera menghubungi saluran bantuan 24 jam ScamShield di nomor 1799.