Asosiasi industri kebugaran di Singapura, Singapore Fitness Alliance (SFA), bergerak cepat memberikan uluran tangan kepada ratusan pekerja yang kehilangan mata pencaharian menyusul penutupan mendadak jaringan pusat kebugaran True Fitness dan True Yoga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, langkah darurat ini dilakukan SFA dengan menggandeng National Instructors & Coaches Association (NICA) serta lembaga ketenagakerjaan e2i demi memfasilitasi penempatan kerja baru bagi para instruktur maupun staf profesional yang terdampak.
Presiden sekaligus salah satu pendiri SFA, Sean Tan, mengungkapkan bahwa sekitar 230 karyawan serta pekerja lepas dari True Group telah menghubungi pihak asosiasi untuk mencari bantuan penempatan kerja sejak kabar kebangkrutan dan likuidasi perusahaan induk mereka mencuat ke publik.
Kendati demikian, pihak SFA secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam upaya hukum apa pun terkait penuntutan hak finansial, termasuk proses penagihan gaji atau komisi yang belum dibayarkan oleh pihak manajemen kepada para anggota staf yang dirugikan.
Dari analisis awak media, penutupan operasional True Group ini tidak terlepas dari tekanan bisnis yang kian berat, mulai dari persaingan ketat dengan pusat kebugaran butik, maraknya fasilitas olahraga privat di apartemen, hingga pergeseran tren masyarakat ke arah latihan digital yang membuat kondisi keuangan perusahaan kolaps.
Jaringan bisnis kebugaran yang telah beroperasi di Singapura sejak tahun 2004 tersebut sebelumnya juga tercatat pernah menarik diri dari pasar Malaysia, Thailand, serta Taiwan dalam kurun waktu satu dekade terakhir sebelum akhirnya resmi gulung tikar secara total.