Singapura bersiap mengambil peran strategis sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2027 dengan fokus utama memperdalam integrasi ekonomi kawasan serta memperluas jaringan kemitraan global. Berdasarkan laporan dari Milken Institute Asia Summit yang berlangsung di Singapura, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan menyampaikan bahwa penguatan sinergi antarnegara anggota menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pemaparannya di hadapan para pemimpin bisnis, Dr Balakrishnan menekankan pentingnya mengoptimalkan keunggulan kolektif di bidang energi dan teknologi. "Jika ekonomi kita di dalam ASEAN terus tumbuh, terintegrasi, dan saling melengkapi, maka keseluruhan hasilnya akan jauh lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya," ujarnya dikutip dari laporan media internasional.
Selain mempererat kerja sama internal, Singapura berencana memperluas cakupan dialog blok regional tersebut melalui strategi trans-Pasifik. Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada mitra tradisional, melainkan merambah ke kawasan Afrika, Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik, hingga Kanada guna memperkuat ketahanan rantai pasok ekonomi.
Dari analisis awak media, langkah proaktif Singapura ini mencerminkan ambisi besar untuk menjaga stabilitas regional di tengah persaingan ketat antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pemerintah Singapura dengan tegas menyatakan posisinya untuk mempertahankan prinsip netralitas demi menjaga kepercayaan dari berbagai kekuatan besar dunia tanpa harus berpihak pada salah satu kubu.