Sidang pemeriksaan koroner terkait insiden tragis yang merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun di sebuah kondominium di Sengkang, Singapura, mengungkap fakta baru. Berdasarkan laporan persidangan yang digelar pada Rabu, korban yang bernama Nivya Rameshwar kemungkinan besar tidak terlihat oleh kendaraan yang melintas akibat terhalang oleh struktur bangunan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pengadilan, lokasi kejadian di jalan servis tersebut memiliki hambatan pandangan berupa tembok tinggi serta barisan semak setinggi 1,4 meter. Tim redaksi mencatat bahwa kombinasi penghalang fisik ini sangat berpotensi menciptakan titik buta bagi pengemudi yang melintas di area perumahan privat tersebut pada pagi hari.
Insiden nahas itu terjadi pada tanggal 15 Agustus 2024 ketika korban sedang bersiap menunggu bus sekolah di area servis The Topiary. Perubahan lokasi penjemputan ini sebelumnya telah disetujui melalui pemungutan suara para orang tua penghuni, setelah mereka mengeluhkan titik jemput lama yang dinilai terlalu jauh dari gerbang utama.
Pengemudi minibus, Phua Hak Heong, menyampaikan dalam kesaksiannya bahwa kondisi di tempat kejadian masih gelap saat insiden terjadi sekitar pukul enam pagi. Ia mengaku fokus memperhatikan asisten rumah tangga korban yang sedang menyeberang jalan untuk meletakkan tas, sehingga tidak menyadari kehadiran korban di dekat jalur kendaraan.
State Coroner Adam Nakhoda menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat luka parah dalam kecelakaan lalu lintas tanpa indikasi unsur kesengajaan atau tindak pidana. Meskipun demikian, pihak keluarga korban melalui tim kuasa hukumnya menyatakan kekecewaan yang mendalam dan berencana untuk menempuh jalur hukum perdata terhadap pengemudi serta pihak manajemen kondominium.