Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Sri Lanka setelah otoritas antikorupsi negara tersebut resmi melakukan penangkapan terhadap mantan ibu negara, Shiranthi Rajapaksa, di Kolombo.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, istri dari mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa ini digelandang menuju kantor Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC) untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait yayasan amal yang dikelolanya.
Mengutip keterangan resmi dari pejabat CIABOC kepada awak media, penangkapan ini berkaitan langsung dengan aliran dana pada Yayasan Siriliya Saviya yang dipimpin oleh perempuan berusia 73 tahun tersebut.
Dari analisis awak media, kasus ini menyoroti ketatnya pengawasan hukum terhadap figur-figur penting di Sri Lanka, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dana publik dan sumbangan kemanusiaan.
Dalam perkembangannya, pihak penyidik menduga adanya penyelewengan dana sekitar 10 juta rupee Sri Lanka yang dihimpun yayasan untuk pengadaan alat pemindai PET di rumah sakit kanker anak, padahal alat tersebut sejatinya telah disumbangkan oleh Pemerintah China.
Sementara itu, tim kuasa hukum Shiranthi yang diketuai oleh Manoj Gamage dengan tegas membantah seluruh tuduhan korupsi tersebut dan menyatakan bahwa kliennya siap menghadapi proses hukum yang berlaku di pengadilan.