Perairan Batubara yang berhadapan langsung dengan jalur internasional Selat Malaka kini berada dalam pengawasan ekstra ketat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menggelar Apel Bersama Operasi Gabungan Laut di Lapangan Upacara PT Inalum sebagai langkah taktis untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, letak geografis Batubara yang strategis sekaligus terbuka menjadikannya titik rawan bagi perlintasan ilegal. Mengutip laporan resmi, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menegaskan bahwa banyaknya pelabuhan rakyat dan muara sungai yang belum terjangkau Tempat Pemeriksaan Imigrasi menuntut penguatan sinergi lintas instansi secara masif.
Sebanyak 130 personel gabungan yang terdiri dari unsur imigrasi, TNI AL, Polres Batubara, Bea Cukai Kuala Tanjung, Satpol PP, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, hingga kejaksaan dikerahkan dalam misi pengamanan ini. Operasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan daerah, termasuk Bupati Batubara dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dari pengamatan awak media, langkah pengamanan ini tidak berhenti pada apel siaga, melainkan dilanjutkan dengan patroli laut menggunakan kapal pengawas secara berkala. Patroli ini difokuskan untuk mengawasi mobilitas orang dan barang guna memastikan keamanan teritorial serta menutup celah bagi sindikat kejahatan transnasional.
Sebagaimana dilaporkan, langkah strategis ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendekatkan pelayanan serta perlindungan hukum bagi masyarakat. Kolaborasi kuat antar-instansi ini diharapkan mampu menciptakan perairan Sumatera Utara yang aman dan bersih dari aktivitas ilegal.