Kehadiran layanan kereta api komuter di Sumatera Utara kembali mencatatkan tren positif bagi mobilitas masyarakat urban. Baru dua setengah bulan beroperasi sejak Juli hingga pertengahan September 2026, KA Srilelawangsa relasi Medan sampai Lubuk Pakam sukses menarik minat publik secara masif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data operasional, tercatat sebanyak 28.034 penumpang telah memanfaatkan moda transportasi massal ini untuk mendukung aktivitas harian mereka. Berdasarkan analisis tim redaksi, capaian angka tersebut membuktikan bahwa masyarakat semakin mendambakan solusi mobilitas antarwilayah yang cepat, aman, dan ramah di kantong.
Direktur Utama KAI Bandara Porwanto Handry Nugroho mengungkapkan apresiasi atas tingginya antusiasme warga menggunakan layanan tersebut. "Dalam waktu sekitar dua setengah bulan sejak beroperasi, sebanyak 28.034 penumpang telah menggunakan KA Srilelawangsa relasi Medan sampai Lubuk Pakam, kami melihat hal ini sebagai respons positif masyarakat", ujar Porwanto dalam keterangannya.
Rute perjalanan ini melintasi beberapa titik strategis mulai dari Stasiun Medan, Bandar Khalipah, Batang Kuis, Araskabu, hingga berakhir di Lubuk Pakam. Dengan durasi perjalanan sekitar 45 menit serta penerapan tarif yang sangat ekonomis yakni Rp5.000 per perjalanan, moda ini menjadi andalan baru pekerja maupun pelajar.
Pihak operator menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi berkala guna menjaga kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan harian. Dengan armada KRDE Woojin yang dioperasikan sebanyak empat perjalanan per hari, KAI Bandara berharap budaya menggunakan transportasi publik di kawasan Sumatera Utara semakin meningkat secara berkelanjutan.