Kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Medan terpantau berada pada kategori sedang hingga baik berdasarkan pemantauan dari tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS). Berdasarkan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, kondisi lingkungan perkotaan ini menunjukkan adanya tren positif berkat partisipasi aktif masyarakat setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas udara dilakukan secara intensif tanpa henti. Menurut laporan resmi Pemkot Medan, pengoperasian stasiun pemantau berlangsung secara nonstop selama 24 jam untuk memastikan data yang akurat mengenai kondisi udara di lapangan.
Berdasarkan analisis tim redaksi, upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah perkotaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Aktivitas harian masyarakat, terutama sektor transportasi dan mobilitas urban, memegang peranan krusial dalam menentukan tingkat polusi udara yang dihasilkan setiap harinya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sumber utama pencemaran udara luar ruang di perkotaan umumnya berasal dari sektor transportasi, aktivitas industri, konstruksi, pembangkit energi, hingga pembakaran sampah secara sembarangan. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang melibatkan kesadaran kolektif warga sangat dibutuhkan.
Sejumlah warga Kota Medan kini mulai membiasakan diri untuk mengambil aksi nyata melalui hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah konkret yang banyak diterapkan adalah membatasi pemakaian kendaraan bermotor pribadi untuk perjalanan dengan jarak dekat.
Mila Audia Putri, salah seorang warga Medan yang aktif beraktivitas di luar ruang, mengaku lebih memilih berjalan kaki ketika hendak mendatangi tempat yang lokasinya tidak terlalu jauh. "Kalau memang jaraknya lebih dekat, aku pilih jalan kaki. Sebisa mungkin, untuk cari makan atau ke tempat lainnya, aku usahakan jalan kaki selagi dekat," ungkapnya.
Selain mengurangi emisi gas buang dari kendaraan bermotor, masyarakat juga diimbau untuk menghindari kebiasaan buruk yang dapat memicu polusi, seperti membakar sampah secara terbuka di lingkungan pemukiman. Sinergi yang baik antara pemerintah dan warga ini diharapkan mampu menjaga kualitas udara Medan tetap bersih dan sehat dalam jangka panjang.