Indonesia kembali diingatkan akan kerentanan geografisnya setelah otoritas terkait membeberkan peta ancaman seismik terbaru. Berdasarkan data dari Pusat Studi Gempa Nasional, tercatat ada belasan titik zona subduksi aktif yang mengelilingi Nusantara dengan daya rusak luar biasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan bahwa zona megathrust merupakan area pertemuan antarlempeng tektonik di mana salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Pada zona krusial ini, bidang kontak antar lempeng dapat mengalami penguncian dan menimbun energi raksasa dalam kurun waktu tertentu.
Ketika energi yang terakumulasi tersebut lepas secara mendadak, guncangan gempa bumi dahsyat dengan luasan bidang patahan yang masif tidak bisa dihindarkan. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia terbaru, teridentifikasi sebanyak 14 segmen megathrust yang mengepung perairan serta daratan Indonesia.
Dari sekian banyak segmen yang terdata, Megathrust Aceh-Andaman mencatatkan potensi magnitudo maksimum paling tinggi, yakni mencapai M 9,2. Pengamatan dari tim redaksi menunjukkan bahwa pemodelan ini dirancang bukan sebagai bentuk ramalan waktu kejadian, melainkan acuan penting untuk memperkuat sistem mitigasi nasional.
Dalam skenario terburuk untuk segmen Aceh-Andaman, wilayah pantai barat Sumatera di proyeksikan menghadapi hantaman tsunami dengan ketinggian melebihi 10 meter di sejumlah titik spesifik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan kolektif masyarakat serta pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana di masa mendatang.