Aparat kepolisian dari Polrestabes Medan bergerak cepat mengusut tuntas rangkaian teror yang menyasar kediaman mantan calon Wali Kota Sibolga, M Fadhil Thoib Hutagalung. Tim penyidik saat ini tengah mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara insiden pelemparan batu baru-baru ini dengan kasus pembakaran kendaraan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah petunjuk penting. Berdasarkan analisis awal awak media, pola teror yang berulang terhadap figur publik daerah ini menuntut penyelidikan yang lebih komprehensif guna mengungkap aktor intelektual di balik aksi tersebut.
"Lagi penyelidikan, termasuk mendalami apakah ada kaitan kasus pertama dan kasus kedua," ujar Adrian saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan perkara ini.
Peristiwa teror terbaru terjadi di rumah korban yang terletak di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, ketika Fadhil sedang berada di luar kota dan rumahnya hanya diisi oleh istri beserta anak-anaknya. Aksi orang tak dikenal tersebut terekam kamera pengawas, di mana sekelompok pelaku yang mengendarai sepeda motor kedapatan melemparkan batu berukuran besar hingga merusak kaca depan mobil yang terparkir di teras.
Istri korban, Tifani Lova, menceritakan bahwa kerusakan pada kendaraan baru disadari saat dirinya bersiap mengantar anak pergi ke sekolah pada pagi hari. Akibat kejadian yang dinilai meresahkan keselamatan keluarga tersebut, pihak korban telah resmi melayangkan laporan pengaduan ke Polrestabes Medan agar para pelaku segera diringkus.
Sementara itu, rangkaian teror ini ternyata bukan yang pertama kalinya dialami oleh Fadhil Thoib Hutagalung. Sebelumnya pada tahun 2023 silam, saat dirinya masih berproses sebagai kontestan dalam bursa pemilihan kepala daerah, mobil pribadi dengan jenis yang sama juga sempat menjadi sasaran pembakaran oleh orang tak dikenal di kediamannya yang lama.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan berbagai alat bukti tambahan dan meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kecepatan dan transparansi pengungkapan kasus ini sangat penting guna memberikan rasa aman bagi korban sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah hukum Kota Medan.