Rumah bergaya Japandi tidak harus selalu tampil kosong, serba putih, atau ditata kaku layaknya ruang pameran. Gaya desain interior yang memadukan keindahan estetika Jepang dan kenyamanan khas Skandinavia ini justru mampu menghadirkan suasana hangat ketika diisi dengan benda-benda fungsional yang benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan Kompas, gaya Japandi menggabungkan prinsip wabi-sabi dari Jepang yang menghargai keindahan dalam kesederhanaan dan ketidaksempurnaan, dipadukan dengan konsep hygge serta lagom dari Skandinavia yang menekankan keseimbangan hidup. Hasil perpaduan ini melahirkan ruang tinggal yang sederhana, fungsional, namun tetap memiliki karakter yang kuat.
Berdasarkan analisis tim redaksi, pemilihan furnitur dalam interior Japandi tidak hanya berfokus pada bentuk visual yang menarik saja, melainkan pada kejelasan fungsinya. Setiap perabot sebaiknya mampu membantu menjaga kerapian ruangan, seperti penggunaan meja kopi dengan ruang penyimpanan tersembunyi, sofa bed, atau bufet berlaci agar barang-barang kecil tidak berserakan.
Selain fungsionalitas perabot, elemen kayu memegang peranan yang sangat penting untuk menghadirkan kesan hangat pada ruangan yang minimalis. Jenis kayu alami seperti oak, maple, walnut, dan bambu dapat diaplikasikan pada meja makan, rak buku, maupun furnitur penyimpanan dengan menonjolkan tekstur alami ketimbang permukaan yang terlalu mengilap.
Dari segi palet warna, gaya Japandi umumnya mengandalkan warna-warna netral yang bernuansa alam, seperti beige lembut, oatmeal, abu-abu batu, putih gading, hingga cokelat pasir. Untuk menghindari kesan yang terlalu datar, penggunanya dapat menambahkan ragam tekstur melalui material linen, katun, bouclé, keramik, maupun kaca bertekstur.
Minimalisme dalam konsep Japandi bukan berarti menyingkirkan seluruh barang dan membuat rumah menjadi kosong melompong. Benda-benda yang memiliki nilai personal tetap dapat ditampilkan dengan penataan yang terarah, dibantu oleh wadah penyimpanan seperti keranjang anyaman atau sekat lipat agar aktivitas harian tetap tertata rapi.