BPJS Kesehatan secara konsisten terus menggenjot penguatan literasi jaminan sosial di kalangan pelajar sekolah menengah hingga mahasiswa perguruan tinggi. Berdasarkan analisis awak media, langkah strategis ini diambil guna membentuk generasi muda yang tidak hanya paham, tetapi juga peduli terhadap keberlangsungan sistem perlindungan kesehatan nasional di masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menyatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi hulu yang paling tepat untuk mengenalkan jaminan sosial. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang sistem ini tidak boleh ditunggu hingga seseorang menginjak usia dewasa, melainkan harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama.
"Kalau kita ingin membangun keberlanjutan JKN, kita perlu memulainya dari hulu, yaitu pendidikan. Generasi muda perlu memahami bukan hanya apa manfaat JKN, tetapi bagaimana sistem jaminan sosial bekerja dan menjaga keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama," ujar Vetty.
Lebih lanjut, program penguatan literasi ini diwujudkan melalui berbagai inovasi pendekatan, salah satunya lewat ajang Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan. Kompetisi edukatif tersebut dirancang khusus untuk menguji wawasan peserta sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, merespons informasi pelik, dan memperkuat kerja sama tim dalam memahami isu jaminan kesehatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menilai konsistensi penyelenggaraan ajang ini terbukti efektif mendekatkan nilai-nilai jaminan sosial kepada anak muda. Pihaknya berharap para peserta tidak sekadar tahu, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi akurat ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahesa Paranadipa Maykel, menekankan pentingnya menanamkan nilai gotong royong sebagai pilar utama penyelenggaraan program. Ajang kompetisi ini sukses melahirkan sekolah dan kampus berprestasi, di mana SMAN 3 Palu dan Poltekkes Malang keluar sebagai juara pertama di kategori masing-masing.