Keberhasilan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, mempersembahkan medali emas di ajang Asian Games 2026 ternyata menyimpan cerita emosional yang mendalam. Atlet muda yang akrab disapa Ubed tersebut harus menghadapi tekanan mental yang luar biasa berat ketika ditunjuk turun sebagai penentu di partai final beregu putra.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pertandingan, Ubed mengakui sempat merasakan ketegangan luar biasa sebelum melangkah ke lapangan menghadapi wakil andalan China, Weng Hong Yang. Beban moral untuk mengamankan poin penentu kemenangan tim Merah Putih sempat membuat perasaannya campur aduk.
Untuk meredakan ketegangan tersebut, Ubed melakukan sebuah ritual khusus di sela-sela persiapan akhirnya. Sebagaimana dilaporkan, ia sengaja menelepon orangtuanya langsung dari area bangku cadangan demi memohon doa restu dan ketenangan batin sebelum bertanding.
"Perasaannya campur aduk, senang juga. Dari awal sudah sempat tegang. Sebelum main, saya sudah telepon orang tua di bench itu. Minta doa dari mereka, karena saya merasa tegang," ungkap Ubed menceritakan momen krusial tersebut.
Berdasarkan analisis awak media, dukungan mental dari keluarga serta suntikan semangat tiada henti dari jajaran pelatih dan rekan setim terbukti menjadi kunci utama ketenangan Ubed di lapangan. Dukungan kolektif tersebut membuatnya mampu mengusir rasa gugup dan bertanding secara lepas tanpa beban.
Taktik dan mental baja yang ditunjukkan Ubed berbuah manis tatkala ia sukses membungkam Weng Hong Yang dalam dua gim langsung dengan skor ketat 23-21 dan 21-13. Kemenangan berdurasi 51 menit itu sekaligus memastikan skor agregat 3-2 atas China dan mengunci medali emas perdana bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.