Go-Ahead Singapore sukses mengamankan kontrak paket bus Tampines meskipun mengajukan nilai tawaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan operator petahana SBS Transit. Keputusan tersebut diambil karena proposal yang diajukan oleh Go-Ahead memperoleh nilai kualitas tertinggi dalam proses tender yang ketat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan dalam sidang parlemen, Menteri Transportasi Jeffrey Siow memaparkan bahwa tender paket bus Tampines menggunakan sistem pembobotan kualitas dan harga dengan perbandingan 60 banding 40. Penilaian ini membuktikan bahwa faktor mutu pelayanan dan operasional menjadi pertimbangan utama oleh otoritas terkait.
Berdasarkan penjelasan resmi pemerintah, tawaran harga SBS Transit sebenarnya merupakan yang terendah di angka 596 juta dolar Singapura dan berada di posisi kedua untuk skor keseluruhan. Sementara itu, operator lain seperti Tower Transit Singapore dan SMRT Buses menempati posisi di bawahnya karena harga yang lebih tinggi dan skor kualitas yang lebih rendah.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa proyek tender bus Tampines ini merupakan proyek pengadaan bus listrik skala besar pertama di Singapura. Oleh karena itu, bobot penilaian terbesar diberikan kepada kemampuan operator dalam mengelola operasional serta pemeliharaan armada bus ramah lingkungan tersebut secara masif.
Menteri Transportasi menambahkan bahwa Go-Ahead berhasil unggul karena memiliki strategi matang yang mengadopsi pengalaman operasional bus listrik dari perusahaan induk mereka di London. Meskipun sempat menghadapi kendala penyesuaian di awal masa transisi pada bulan Juli lalu, performa keandalan layanan bus kini dilaporkan telah membaik dan kembali normal.