Media sosial dihebohkan dengan kemunculan sebuah narasi yang mengeklaim bahwa Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan pembagian dana bantuan sosial senilai Rp 10 miliar bagi masyarakat yang mendaftar. Berdasarkan penelusuran tim cek fakta, informasi tersebut dipastikan sepenuhnya tidak benar atau hoaks yang sengaja disebar untuk menjebak warga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, narasi palsu ini mulai masif beredar di berbagai platform digital sejak pekan ketiga September 2026, menyusul momentum pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Modus penipuan ini memanfaatkan momen transisi jabatan untuk mengecoh perhatian publik yang tengah menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah.
Dalam video yang beredar, tampak sosok yang menyerupai Suahasil Nazara mengajak masyarakat segera mendaftarkan diri agar berkas permohonan bantuan segera diproses oleh pemerintah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, konten video tersebut terbukti merupakan hasil manipulasi visual menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Hasil uji forensik digital menunjukkan bahwa rekaman suara dalam video hoaks tersebut memiliki probabilitas hingga 99,4 persen sebagai hasil rekayasa AI generatif. Sementara itu, visual foto yang digunakan merupakan hasil suntingan dari dokumentasi asli kantor berita Antara ketika Suahasil memberikan keterangan pers di Kementerian Keuangan usai pelantikannya.
Menurut pengamatan tim redaksi, pola kejahatan siber semacam ini mengarah pada modus penipuan berkedok pencurian data pribadi atau phishing. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi serta tidak pernah memberikan data pribadi, nomor rekening, atau informasi sensitif apa pun kepada pihak yang tidak dikenal.