Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Medan terpколаs mengalami penurunan tipis dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, komoditas pangan ini kini dijual dengan kisaran harga Rp 46 ribu per kilogram.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Angka tersebut menunjukkan adanya koreksi harga jika dibandingkan dengan kondisi tiga hari sebelumnya yang sempat melambung hingga menyentuh angka Rp 48 ribu per kilogram. Kendati demikian, para pedagang di pasar tradisional menilai banderol tersebut masih tergolong tinggi dan memberatkan.
Salah seorang pedagang ayam di Medan, Liliana, mengungkapkan bahwa mahalnya harga jual tidak terlepas dari tingginya biaya produksi di tingkat peternak. Menurutnya, faktor utama yang mendasari tingginya harga komoditas ini adalah membengkaknya biaya pengadaan pakan ternak. "Memang mahal ayamnya. Dari pakan ternaknya juga mahal, tapi sekarang sudah turun Rp 46 ribu walaupun ya masih tergolong mahal," ujar Liliana pada Senin, 5 Oktober 2026.
Senada dengan Liliana, pedagang ayam lainnya bernama Eman memberikan pandangan berbeda terkait dinamika harga di pasaran. Berdasarkan analisis para pedagang, lonjakan dan tingginya harga ayam belakangan ini turut dipicu oleh peningkatan permintaan yang masif guna menyokong program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG. "Karena MBG sih, ayam jadinya mahal," kata Eman.
Tim redaksi mengamati bahwa fluktuasi harga daging ayam ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi kerakyatan di Kota Medan. Di satu sisi, penurunan harga patut disyukuri, namun di sisi lain beban biaya pakan serta lonjakan permintaan program sosial perlu dicarikan solusi komprehensif agar pedagang dan konsumen sama-sama tidak dirugikan.