Sebuah insiden tragis mengejutkan warga Kota Medan setelah seorang mahasiswa laki-laki ditemukan tewas usai diduga melompat dari lantai 22 gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (7/10/2026) tersebut langsung menarik perhatian publik serta aparat kepolisian setempat untuk menyelidiki latar belakang kejadian secara mendalam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, korban sempat dilarikan ke RS Royal Prima di Jalan Ayahanda Medan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Kendati demikian, pihak keluarga mengambil keputusan tegas untuk menolak proses autopsi terhadap jasad korban karena telah mengikhlaskan kepergiannya.
"Sudah diserahin ke keluarga. Enggak mau (diautopsi). Mereka artinya sudah ikhlas," ujar Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang G Hutabarat saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dari hasil penelusuran sementara pihak kepolisian, korban diketahui bukan merupakan mahasiswa aktif di kampus UNPRI Medan, melainkan tercatat menempuh studi di perguruan tinggi swasta lain di Kota Medan. Meskipun demikian, aparat penegak hukum masih terus mendalami informasi tersebut guna memastikan status akademik korban secara akurat.
Berdasarkan analisis awal terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian, korban terlihat mendatangi gedung kampus tersebut seorang diri. Tim penyidik kepolisian saat ini masih berupaya mengurutkan rekaman CCTV guna merangkai kronologi lengkap peristiwa jatuhnya korban dari lantai 22 hingga ke area lantai 10.
Mengamati perkembangan kasus ini, tim redaksi menilai pentingnya penguatan sistem pengamanan di gedung-gedung bertingkat serta peningkatan kepedulian terhadap kesehatan mental di kalangan generasi muda. Pengawasan yang lebih ketat serta edukasi psikologis diharapkan mampu mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.