Politikus oposisi sekaligus pengacara asal Singapura, Lim Tean, kembali menjalani persidangan melalui sambungan video guna mendengarkan tiga tuduhan kriminal baru yang dialamatkan kepadanya. Kasus ini mencuat menyusul insiden dugaan pelariannya ke Malaysia beberapa waktu lalu demi menghindari kewajiban menjalani hukuman kurungan penjara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resmi Kepolisian Singapura, Lim dituduh sengaja mangkir dari penyerahan diri di Pengadilan Negara pada awal Agustus lalu untuk memulai masa hukumannya. Selain itu, ia juga dijerat dengan pelanggaran Undang-Undang Imigrasi karena meninggalkan wilayah Singapura melalui pos pemeriksaan tanpa menunjukkan paspor atau bukti identitas yang sah.
Tuduhan ketiga menyebutkan bahwa tindakan politikus berusia 61 tahun tersebut secara hukum dikategorikan sebagai upaya menghalangi proses peradilan yang sah. Mengutip laporan dari pihak berwenang, ia ditangkap di Johor Bahru oleh Kepolisian Diraja Malaysia sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada aparat penegak hukum Singapura.
"Tindakan tersebut sangat disayangkan karena mencoreng integritas penegakan hukum yang berlaku," ujar salah satu pengamat hukum setempat, sebagaimana dilaporkan oleh media penyiaran.
Dari analisis awak media, kasus yang menjerat pendiri partai Peoples Voice ini menambah panjang daftar masalah hukum berat yang dihadapinya, termasuk sejumlah tuduhan pelanggaran profesional di masa lalu. Proses pra-persidangan lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar oleh pengadilan untuk mendalami seluruh dakwaan yang kini berjumlah total tujuh kasus.