Pemerintah Kota Gunungsitoli menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan masyarakat dengan menyambut hangat kunjungan kerja Deputi Bidang Sarana dan Prasarana serta Sistem Komunikasi Basarnas. Kehadiran pejabat tinggi lembaga pencarian dan pertolongan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi serta meningkatkan standar operasional darurat di wilayah kepulauan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kunjungan yang berlangsung di Bandara Binaka Gunungsitoli tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arham Duski Hia. Langkah taktis ini mencerminkan kuatnya komitmen birokrasi daerah dalam membangun koordinasi lintas instansi.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana serta Sistem Komunikasi Basarnas, Marsekal Muda TNI Dr. Widyargo Ikoputra, mengungkapkan bahwa agenda utamanya adalah meninjau langsung kelayakan fasilitas serta keandalan infrastruktur komunikasi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias. "Dukungan komunikasi yang mumpuni adalah kunci utama agar informasi tersampaikan secara akurat dan respons petugas di lapangan menjadi lebih cepat," ujarnya.
Menurut analisis awak media, wilayah kepulauan seperti Nias memiliki tantangan geografis tersendiri yang menuntut kesiapan ekstra dalam menghadapi potensi bencana atau kondisi darurat. Oleh karena itu, penguatan perangkat teknologi komunikasi dan ketersediaan alat utama sistem senjata maupun perlengkapan SAR menjadi investasi krusial untuk meminimalisir risiko korban jiwa.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemko Gunungsitoli menyambut positif sinergi strategis ini demi memberikan perlindungan optimal bagi warga. Sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan Basarnas diyakini mampu melahirkan sistem tanggap darurat yang andal, cepat, serta terkoordinasi dengan baik di seluruh wilayah Kepulauan Nias.