Kondisi cuaca di Singapura mendadak memburuk setelah kabut asap tebal kembali menyelimuti berbagai wilayah penjuru negeri pada Jumat. Berdasarkan laporan dari otoritas setempat, indeks kualitas udara melonjak signifikan hingga masuk dalam kategori yang mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, lonjakan polusi ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup drastis sejak pagi hari. Wilayah bagian tengah tercatat mengalami dampak paling parah dengan angka konsentrasi polutan yang mencatatkan rekor tertinggi dalam musim kabut asap tahun ini.
Selain indeks standar polutan yang merangkak naik, tingkat partikel halus PM2.5 juga terpantau tetap tinggi di berbagai titik pengamatan. Kondisi tersebut sempat memburuk secara signifikan setelah malam hari, membuat jarak pandang dan kenyamanan warga terganggu.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, fenomena kabut asap lintas batas ini bersumber dari kebakaran lahan serta hutan di wilayah Indonesia. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar vegetasi secara sengaja untuk kepentingan perkebunan kembali menjadi pemicu utama pencemaran udara regional ini.
Dampak buruk dari kiriman asap tersebut tidak hanya dirasakan di Singapura saja. Sejumlah wilayah di negara tetangga seperti Malaysia turut merasakan imbasnya, bahkan memaksa pihak berwenang meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah pada hari yang sama.