Usia muda bukanlah halangan untuk menorehkan prestasi dan memberikan dampak positif bagi sesama. Hal inilah yang dibuktikan oleh seorang anak perempuan bernama Hannah Mia Neo Labude yang berhasil merintis bisnis kerajinan tangan kreatif di usia belia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, perjalanan wirausaha cilik ini bermula ketika ia berusia 10 tahun dan mulai membuat berbagai aksesori seperti gantungan kunci serta hiasan ponsel saat liburan sekolah. Dukungan penuh dari orang tua serta apresiasi dari orang terdekat menjadi pendorong utama bagi dirinya untuk terus mengembangkan hobi tersebut menjadi sebuah usaha.
Namun, mengelola bisnis di usia yang masih sangat muda tentu tidak luput dari tantangan nyata. Seiring berkembangnya usaha yang ia dirikan bersama teman-temannya, perbedaan pendapat sempat terjadi hingga akhirnya mereka sepakat untuk membubarkan kemitraan demi menjaga keutuhan pertemanan mereka.
Dari pengalaman berharga tersebut, ia belajar banyak hal mengenai kepemimpinan, komunikasi, serta arti penting kerja sama tim. Ia kemudian melanjutkan usahanya secara mandiri di bawah bendera Crafts Cove, yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial semata melainkan juga misi sosial.
Mengutip laporan dari berbagai kegiatan amalnya, ia secara aktif menyumbangkan hasil penjualan kerajinannya untuk mendukung berbagai organisasi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan seperti ACRES serta EB Impact. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kisah inspiratif ini mampu memotivasi generasi muda lainnya untuk berani mengambil langkah awal dalam menciptakan perubahan positif.