Gelombang kenaikan harga bahan baku pangan, khususnya daging ayam, kini mulai dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner di Kota Medan. Kondisi ini membuat para pedagang harus berpikir keras guna menyiasati biaya operasional yang membengkak tanpa harus kehilangan pelanggan setia mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan di lapangan, salah satu sektor yang paling merasakan imbasnya adalah para pedagang dimsum keliling maupun pemilik kedai kuliner. Peningkatan biaya produksi ini memaksa mereka untuk melakukan penyesuaian strategi penjualan secara cermat.
Menurut keterangan dari pengelola Dimsum29 yang berlokasi di Jalan Tempuling Medan, lonjakan harga ayam dan sejumlah bahan pokok lainnya mulai terjadi seiring bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Situasi tersebut secara langsung memicu penyesuaian harga jual produk dimsum di pasaran.
"Semenjak ada MBG semua harga bahan baku mengalami kenaikan. Jadi dari situ harga dimsum mulai naik juga," ujar pemilik Dimsum29.
Kendati harus menaikkan harga jual demi menutup biaya produksi, pemilik Dimsum29 bersyukur bahwa minat pembeli masih tergolong stabil. Menurut analisis redaksi, konsistensi dalam menjaga kualitas rasa dan mutu produk menjadi kunci utama kesetiaan pelanggan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Di sisi lain, strategi berbeda diterapkan oleh Dimsum Rumaisha di Medan dalam menghadapi tantangan serupa. Mereka memilih untuk menjaga stabilitas harga pada gerai fisik atau offline store, namun melakukan penyesuaian harga khusus untuk layanan pemesanan online.
Selain itu, manajemen Dimsum Rumaisha mengamankan pasokan bahan baku langsung melalui kerja sama dengan supplier terpercaya guna meredam gejolak harga pasar yang tidak menentu.
"Kalau yang offline store ini nggak naik, tapi kalau online kita naik, karena kita juga sebenarnya mencari pelanggan dan mengatur strategi juga disaat situasi seperti ini," ungkap perwakilan Dimsum Rumaisha.
Melalui strategi bauran harga tersebut, gerai fisik tetap menawarkan berbagai paket ekonomis mulai dari Rp5 ribu hingga Rp25 ribu. Sementara itu, menu pada platform online dibanderol mulai kisaran Rp17 ribu hingga Rp32 ribu untuk menyesuaikan biaya operasional digital.