Isu kesehatan mental di kalangan lanjut usia kembali menjadi sorotan tajam setelah data terbaru menunjukkan kerentanan tinggi pada kelompok pria lansia di Singapura. Berdasarkan statistik dari Samaritans of Singapore, sebagian besar kasus kematian akibat bunuh diri pada warga berusia 60 tahun ke atas didominasi oleh kaum laki-laki.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut analisis dari tim redaksi, hilangnya identitas diri yang selama bertahun-tahun melekat pada pekerjaan menjadi salah satu pemicu utama kerentanan tersebut. Profesor Paulin Straughan dari Singapore Management University menjelaskan bahwa banyak pria mendefinisikan seluruh hidup mereka melalui pekerjaan sehingga mengalami disorientasi sosial yang parah setelah memasuki masa pensiun.
"Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk memupuk hobi dan hubungan sosial, Anda akan menghadapi empat dinding kosong saat pensiun," ujar Prof Straughan, menekankan pentingnya persiapan matang sebelum meninggalkan dunia kerja.
Selain kehilangan rutinitas profesional, pergeseran peran dalam keluarga juga memberikan tekanan psikologis yang mendalam bagi para lansia pria. Pakar gerontologi Dr Helen Ko menyebutkan bahwa ekspektasi tradisional sebagai pencari nafkah membuat sebagian besar pria merasa kehilangan harga diri dan merasa tidak berguna ketika mereka tidak lagi mampu menghasilkan secara finansial.
Kendati tinggal serumah dengan anggota keluarga, risiko kesepian dan keterasingan emosional tetap mengintai para lansia pria jika tidak ada komunikasi yang bermakna. Oleh karena itu, para ahli menyarankan pendekatan berbasis aktivitas seperti program pertukangan atau hobi bersama agar para pria lansia dapat kembali membangun koneksi sosial secara alami tanpa merasa terbebani.