Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / berita / Fenomena Hikikomori Di Singapura,...
BERITA

Fenomena Hikikomori Di Singapura, Saat Remaja Lebih Memilih Mengurung Diri

By Yuda Afandi Butar Butar • 2 min read • 2 Agustus 2026
Remaja hikikomori di Singapura yang mencoba keluar rumah bersama keluarga

Remaja hikikomori di Singapura yang mencoba keluar rumah bersama keluarga

Fenomena sosial yang dikenal sebagai hikikomori kini semakin marak menyita perhatian publik di Singapura. Kasus remaja yang memilih mengurung diri di dalam kamar selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan lembaga sosial setempat, jumlah penanganan kasus penarikan diri sosial mengalami lonjakan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para pakar kesehatan mental menilai bahwa kondisi ini bukanlah sekadar bentuk kemalasan atau sikap membangkang, melainkan respons ketakutan ekstrem terhadap tekanan dunia luar.

Dari analisis awak media, tekanan akademik, pengalaman perundungan di sekolah, serta kompleksitas interaksi sosial modern menjadi pemicu utama yang membuat para remaja ini merasa tidak aman. Akibatnya, kamar tidur menjadi satu-satunya zona nyaman yang tersisa bagi mereka untuk melarikan diri dari kenyataan.

Sebagaimana diungkapkan oleh para pekerja sosial yang mendampingi kasus-kasus tersebut, pendekatan yang sabar dan konsisten menjadi kunci utama. "Sebagian besar waktu dihabiskan hanya untuk mencoba membangun kembali komunikasi yang terputus, meskipun itu harus dimulai dari balik pintu kamar," ujar salah satu pendamping sosial.

Dampak dari fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh para remaja itu sendiri, melainkan juga menghadirkan beban mental yang berat bagi keluarga. Para orang tua sering kali harus hidup dalam kecemasan dan ketidakpastian, menebak-nebak apa yang sebenarnya dirasakan oleh anak mereka yang memilih bungkam.

Meskipun proses pemulihan berjalan sangat lambat dan penuh dengan kemunduran, secercah harapan tetap ada bagi para remaja hikikomori ini. Melalui dukungan psikososial, program rehabilitasi khusus, dan penerimaan dari keluarga, beberapa dari mereka perlahan mulai berani melangkah keluar kembali ke masyarakat.

Topics
hikikomori kesehatan mental singapura remaja sosial
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.