Loading
Bandar Bola Kabayan News Medan Bandar Bola Kabayan News Medan
/home / berita / Krisis Gaza Makin Parah, Ekonomi...
BERITA

Krisis Gaza Makin Parah, Ekonomi Lumpuh Total dan Butuh Rp1,28 Kuadriliun

By Tasya Aulia Napitupulu • 2 min read • 25 September 2026
Kondisi bangunan hancur akibat perang Gaza yang melumpuhkan perekonomian

Kondisi bangunan hancur akibat perang Gaza yang melumpuhkan perekonomian

Dampak peperangan yang berkepanjangan di wilayah Gaza kini telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan dan keruntuhan ekonomi paling parah dalam sejarah modern. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh United Nations Conference on Trade and Development, total biaya yang diperlukan untuk proses pemulihan serta rekonstruksi menyeluruh di wilayah kantong tersebut telah membengkak hingga mencapai angka fantastis US71,5miliaratausetaradenganRp1,28kuadriliun.

BerdasarkananalisisawakmediadaridataUNCTAD,kehancuranstrukturalinisendikehidupanmasyarakat.Tercatatsebanyak92persenunitusahadiGazatelahmengalamikerusakantotalatauhancurlebursejakko2,8 miliar, memaksa warga semakin bergantung pada uluran tangan bantuan internasional.

Dari sudut pandang makroekonomi, Produk Domestik Bruto per kapita di wilayah tersebut anjlok tajam hingga tersisa US212pertahunatauhanyasekitarUS0,58 per hari. Meskipun catatan statistik sempat memperlihatkan adanya rebound pertumbuhan riil sebesar 34,2 persen pada tahun 2025, para pengamat menegaskan angka tersebut hanyalah pemulihan semu dari titik nadir setelah sebelumnya PDB mengalami kontraksi parah hingga 83 persen.

Kerusakan fisik infrastruktur publik dan sektor swasta juga menyumbang beban pemulihan yang sangat berat, di mana sektor perumahan, kesehatan, pertanian, hingga industri mengalami kelumpuhan total. Mengutip laporan lembaga internasional, produksi sektor pertanian dan industri kini berada di kisaran 94 persen di bawah level normal tahun 2022, sementara sektor konstruksi mengalami penurunan hingga 99 persen.

Tekanan hebat ini turut merembet ke sektor keuangan publik Palestina akibat kebijakan pemotongan dan penahanan pendapatan oleh pihak Israel yang telah melampaui US$3,67 miliar sejak tahun 2019. UNCTAD secara tegas memperingatkan bahwa krisis sistemik ini dikhawatirkan dapat melumpuhkan sektor perbankan dan menghentikan arus pasokan impor esensial seperti pangan, bahan bakar, serta obat-obatan bagi jutaan warga.

Topics
perang gaza unctad ekonomi palestina krisis kemanusiaan rekonstruksi gaza pengangguran bank dunia
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Tasya adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.