Kangen masakan kampung halaman saat masa pandemi Covid-19 ternyata menjadi titik balik bagi Chef Barry Quek untuk mengenalkan kelezatan kuliner Asia Tenggara ke panggung internasional. Mantan koki di berbagai restoran fine-dining ternama dunia ini memutuskan untuk membuka lembaran baru di Hong Kong melalui restoran Whey. Berbekal pengalaman dan kecintaannya pada jajanan khas Singapura, ia berhasil memadukan bumbu tradisional dengan teknik memasak modern ala Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah berani Barry Quek dalam menyajikan bahan-bahan seperti pasta asam, durian Mao Shan Wang, hingga petai di restoran berbintang Michelin sempat dianggap sebagai sebuah pertaruhan besar. Namun, strategi tersebut justru berbuah manis ketika Whey berhasil menyabet penghargaan Michelin bintang satu hanya dalam waktu delapan bulan setelah dibuka. Konsistensi dalam menjaga cita rasa autentik membuat restoran di bawah naungan ZS Hospitality Group ini terus menjadi destinasi kuliner favorit di Hong Kong.
Memasuki babak baru perjalanan kuliner Whey, Barry kini menggandeng koki berbakat asal Singapura lainnya, Keith Teo, yang resmi bergabung sebagai kepala koki. Kolaborasi keduanya melahirkan menu baru yang semakin kental dengan sentuhan identitas Asia serta memori masa kecil mereka. Sebagaimana dilaporkan, Keith membawa latar belakang kuliner Prancis yang dipadukan secara apik dengan pengaruh keturunan Indonesia keluarganya, menciptakan harmoni rasa yang unik pada setiap hidangan.
Menu andalan hasil kolaborasi kedua chef ini mencakup berbagai hidangan inovatif seperti Iberico Pork Three Ways yang terinspirasi dari kelezatan bak kut teh hingga hidangan ikan dengan saus kari tradisional yang menggugah selera. Menurut Keith Teo, latar belakang keluarga dan pengalaman masa kecil di Singapura sangat membantu mereka dalam merancang menu baru. "Ketika kami mendesak menu, kami memikirkan rasa yang kami tumbuh bersama di Singapura dan saling berbagi pengalaman," ungkap Keith menjelaskan proses kreatif mereka.