Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus kematian Winda Lorenza Gowasa, yang merupakan mantan istri dari seorang anggota polisi berinisial Brigadir I. Berdasarkan laporan yang dihimpun, tim Kompolnas mendatangi kediaman keluarga korban di kawasan Medan Timur untuk menggali informasi secara langsung sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kasus ini bermula ketika Winda ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah orang tua Brigadir I yang terletak di kawasan Medan Helvetia. Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan bahwa korban tewas akibat tindakan bunuh diri dengan menggunakan senjata api milik Brigadir I. Namun, pihak keluarga menolak mentah-mentah kesimpulan tersebut karena menilai ada banyak kejanggalan serius di balik peristiwa tragis itu.
Dalam kunjungannya, Komisioner Kompolnas M Choirul Anam menyatakan bahwa lembar kerja awal mereka tidak bisa hanya bergantung pada laporan internal kepolisian maupun informasi yang beredar di media sosial. "Jadi, memang alur kerja kami biasanya ya kami ingin tahu persis, khususnya yang pertama adalah dari keluarga korban, sehingga kita dapat banyak hal, apa yang janggal, apa yang kurang, apa yang seharusnya, dan sebagainya," ujar Anam saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menurut analisis tim redaksi, kehadiran Kompolnas ini menjadi angin segar bagi publik yang menyoroti transparansi penegakan hukum di lingkungan Korps Bhayangkara. Berdasarkan agenda penanganan perkara, setelah menemui pihak keluarga dan LBH Medan, Kompolnas dijadwalkan akan mendatangi Polrestabes Medan guna meminta keterangan lanjutan dari penyidik yang menangani kasus tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Utreck Ricardo Siringoringo, membeberkan bahwa pihak keluarga menemukan sejumlah luka janggal pada tubuh almarhumah serta belum adanya kejelasan ilmiah mengenai jam pasti kematian korban. Oleh karena itu, pihak keluarga mendesak dilakukannya ekshumasi atau autopsi ulang secara mandiri guna membuka tabir gelap di balik kematian Winda Lorenza.