Konflik bersenjata di Ethiopia kembali mencapai titik didih setelah aliansi kelompok pemberontak Tigray People's Liberation Front secara resmi mendeklarasikan perang besar-besaran melawan pemerintah federal. Eskalasi militer ini dipicu oleh serangkaian bentrokan sengit yang terjadi di berbagai lini pertempuran wilayah utara sejak akhir pekan lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, manuver agresif TPLF yang berkoalisi dengan sejumlah kelompok bersenjata regional tidak hanya merebut fasilitas vital seperti bandara lokal, tetapi juga menerobos masuk ke kawasan tetangga Afar dan Amhara. Langkah ini dinilai sebagai strategi lama untuk menekan pemerintah pusat dari berbagai arah sekaligus.
Situasi lapangan yang semakin tidak menentu diwarnai oleh penggunaan serangan drone serta pemutusan jaringan telekomunikasi yang masif. Kondisi tersebut langsung memicu gelombang kepanikan di kalangan warga sipil yang khawatir skenario krisis kemanusiaan pada perang saudara periode sebelumnya akan terulang kembali.
Menurut keterangan warga setempat, masyarakat mulai berbondong-bondong menimbun bahan pokok akibat kekhawatiran lumpuhnya fasilitas publik. Layanan esensial seperti perbankan, jaringan listrik, dan sarana komunikasi dikhawatirkan akan terputus total dalam waktu dekat di tengah kecamuk perang.
Di sisi lain, militer pemerintah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Abiy Ahmed menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi gempuran aliansi pemberontak. Melalui keunggulan armada udara dan teknologi drone, pasukan pemerintah mengeklaim telah melumpuhkan ratusan anggota pasukan pemberontak di wilayah Amhara.
Dari analisis awak media, kembalinya kecamuk senjata ini sekaligus menandai kegagalan total dari implementasi Perjanjian Perdamaian Pretoria yang sebelumnya digagas untuk meredam konflik berkepanjangan di kawasan Tanduk Afrika. Berbagai pihak kini menyoroti ancaman krisis kemanusiaan yang kian nyata di depan mata.