Loading
Bandar Bola Kabayan News Medan Bandar Bola Kabayan News Medan
/home / berita / Dampak Pembangunan North-South...
BERITA

Dampak Pembangunan North-South Corridor, Warga Kelelahan Menghadapi Penundaan

By Tasya Aulia Napitupulu • 2 min read • 6 Juni 2026
Pekerjaan konstruksi jalan raya dan pembatas proyek North-South Corridor di Singapura

Pekerjaan konstruksi jalan raya dan pembatas proyek North-South Corridor di Singapura

Warga dan pelaku usaha di Singapura dihadapkan pada ujian kesabaran yang panjang akibat proyek raksasa infrastruktur transportasi yang terus mengalami penundaan waktu penyelesaian. Berdasarkan laporan pengamat perkotaan dari Singapore University of Technology and Design Samuel Chng dan Sarah Chan, proyek pembangunan North-South Corridor yang dimulai sejak tahun 2018 kini harus mengalami pergeseran jadwal pembukaan secara bertahap dari semula tahun 2027 menjadi tahun 2029.

Berdasarkan analisis awak media, perubahan rute yang berulang kali terjadi serta jalur pejalan kaki yang sering dialihkan telah menguras perhatian warga dalam menjalani aktivitas harian mereka. Hal tersebut diperparah dengan bertambahnya durasi pengerjaan yang mengubah proyeksi waktu kelegaan warga, sehingga menimbulkan beban mental tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi konstruksi.

Mengutip laporan dari pengamat tata kota, studi psikologi perkotaan menunjukkan adanya kaitan erat antara ketidakpastian rute perjalanan dengan tingkat stres yang dialami oleh para komuter. "Ketidakpastian dalam mobilitas harian membuat masyarakat kesulitan untuk merencanakan waktu secara presisi, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga atau pekerjaan dengan mobilitas tinggi," demikian analisis yang mengemuka dari laporan tersebut.

Selain faktor psikologis, beban yang ditanggung oleh masyarakat tidak merata dan sangat bergantung pada lokasi tempat tinggal serta jenis usaha yang dijalankan. Para pemilik toko kecil yang berada di balik pembatas proyek menghadapi tantangan finansial yang berat akibat penurunan jumlah pengunjung, sementara warga lanjut usia atau difabel harus berjuang ekstra dengan fasilitas aksesibilitas sementara yang kurang memadai.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Land Transport Authority selaku pihak pengembang diharapkan mampu meningkatkan transparansi informasi serta mempercepat pemulihan fasilitas publik secara bertahap. Melalui komunikasi yang terbuka dan responsif terhadap keluhan warga, proses pembangunan infrastruktur perkotaan ini diharapkan tetap sejalan dengan komitmen mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Topics
north-south corridor singapura infrastruktur transportasi tata kota psikologi perkotaan
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Tasya adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.