Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah narasi menyesatkan yang mencatut nama Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. Dalam unggahan tersebut, Pigai dinarasikan menyebut penembakan tiga aparatur sipil negara di Papua bukan merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena kelompok tersebut diklaim sedang mempertahankan haknya. Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, informasi yang menyebar luas di berbagai platform media sosial tersebut dipastikan murni sebagai kabar bohong atau hoaks.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media terhadap pola penyebaran informasi ini, narasi palsu tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu kebingungan publik di tengah situasi keamanan yang sensitif. Kementerian Hak Asasi Manusia secara tegas telah memberikan klarifikasi resmi dan membantah seluruh isi narasi yang beredar. Pihak kementerian memastikan bahwa Menteri Natalius Pigai tidak pernah mengeluarkan pernyataan semacam itu, baik dalam forum resmi maupun dalam bentuk komunikasi publik lainnya.
Peristiwa tragis yang menimpa tiga aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sebelumnya memang menyita perhatian publik setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata pada 9 September 2026. Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Hak Asasi Manusia sejak awal telah melayangkan kecaman keras dan menilai aksi kekerasan bersenjata tersebut sebagai tindakan keji yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia universal. Aparat penegak hukum pun didorong untuk segera memproses dan menghukum para pelaku seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.