Aksi masif memborong emas yang dilakukan oleh bank-bank sentral global tampaknya masih belum akan mereda dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan terbaru dari World Gold Council, bank sentral di berbagai negara kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar 39 ton pada bulan Agustus, menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat aset cadangan devisa di tengah dinamika ekonomi serta ketegangan geopolitik yang kian sulit diprediksi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, fenomena ini mencerminkan sikap kehati-hatian otoritas moneter global dalam mengamankan nilai aset negara dari volatilitas pasar keuangan internasional. "Bank-bank sentral global tetap konsisten dalam mengakumulasi emas pada bulan Agustus ini, dengan total pembelian bersih yang dilaporkan mencapai 39 ton," ujar Marissa Salim selaku Senior Research Lead, APAC di World Gold Council.
Bank Nasional Polandia tercatat masih memimpin daftar pembeli terbesar secara akumulatif sepanjang tahun berjalan dengan tambahan 8 ton pada bulan Agustus, menjadikan total kepemilikan emas mereka menyentuh angka 648 ton. Sementara itu, People’s Bank of China terus menunjukkan agresivitasnya dengan melakukan pembelian selama 22 bulan berturut-turut, di mana cadangan emas Negeri Tirai Bambu tersebut kini telah resmi mencapai 2.387 ton atau sekitar 9 persen dari total cadangan aset nasional.
Tidak ketinggalan, sejumlah bank sentral lain seperti Uzbekistan, Kazakhstan, hingga Bank Sentral Ceko turut ambil bagian dalam tren akumulasi logam mulia ini untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik mereka. Di sisi lain, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa selain fokus pada penambahan volume kepemilikan, beberapa negara juga mulai melakukan langkah strategis berupa pemindahan fisik cadangan emas ke lokasi penyimpanan yang lebih likuid guna mengantisipasi segala kemungkinan risiko global.