Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait alasannya menyerang Iran dalam sebuah rapat umum di Durant, Oklahoma. Berdasarkan laporan awak media, Trump mengeklaim bahwa fasilitas nuklir Iran yang menjadi target serangan militer tidak hanya digunakan untuk pengayaan uranium, melainkan juga berfungsi sebagai pabrik narkoba.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pidatonya, Trump mendeskripsikan bagaimana operasi militer tersebut menghantam sasaran dengan sangat keras pada malam hari. "Mereka bergerak di bidang nuklir dan narkoba. Mereka terlibat dalam narkoba, tetapi juga menjalankan aktivitas nuklir, pabrik-pabrik narkoba sekaligus pabrik nuklir tersebut dihantam dengan sangat keras," ujar Trump sebagaimana dikutip dari The Independent.
Dari analisis tim redaksi, perubahan alasan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Amerika Serikat ini menunjukkan inkonsistensi narasi yang cukup mencolok sejak konflik memanas. Sebelumnya, tujuan perang kerap bergeser dari seruan penggulingan rezim, tuntutan penyerahan tanpa syarat, hingga pengakuan bahwa dirinya tidak pernah peduli dengan pergantian kepemimpinan di Iran.
Isu pemberantasan narkoba sendiri sebenarnya bukan hal baru dalam strategi militer pemerintahan Trump di kancah global. Sebelumnya, pendekatan serupa sering digunakan untuk membenarkan berbagai operasi militer maupun penegakan hukum lintas negara, termasuk penangkapan tokoh-tokoh penting asing yang dituduh terlibat dalam jaringan narkoterorisme internasional.