Dunia olahraga di Kabupaten Langkat tengah menghadapi polemik menyusul rencana pemanfaatan fasilitas publik untuk kegiatan komersial. PSSI Kabupaten Langkat bersama sejumlah klub sepak bola lokal secara tegas melayangkan penolakan terhadap rencana alih fungsi Stadion Nurcahaya Tanjungpura yang digadang-gadang akan dijadikan lokasi pasar malam dengan dalih hiburan rakyat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pemanfaatan fasilitas olahraga untuk kegiatan di luar fungsinya kerap memicu gesekan antara kepentingan komersial dan pembinaan prestasi. Dalam hal ini, keberlangsungan fasilitas stadion sangat krusial bagi ekosistem pembinaan bakat-bakat muda di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas Ketua Askab PSSI Langkat, Muhammad Syafri, mengungkapkan bahwa alih fungsi lapangan hijau tersebut akan berdampak langsung pada lumpuhnya agenda kompetisi yang sedang berjalan. Menurutnya, mengorbankan fasilitas olahraga demi hiburan sesaat merupakan langkah yang mencederai semangat pembinaan atlet.
"PSSI Langkat sedang menggelar Liga Anak Langkat. Kompetisi ini akan terhenti apabila stadion diperuntukkan untuk pasar malam yang menjual nama hiburan rakyat," ujar Muhammad Syafri saat memberikan keterangan resmi.
Ia juga menegaskan bahwa komunitas sepak bola dan masyarakat pencinta olahraga adalah bagian dari rakyat yang berhak menikmati fasilitas tersebut sesuai peruntukannya. Syafri mempertanyakan klaim hiburan rakyat yang kerap dijadikan pembenaran dalam alih fungsi fasilitas olahraga.
"Rakyat mana yang setuju? Kami juga rakyat yang membutuhkan stadion itu untuk berlatih, berkompetisi dan berolahraga," tegasnya dengan nada tinggi.
Mengutip laporan dari lapangan, pihak PSSI Langkat mendesak agar instansi terkait dan pemerintah daerah tidak gegabah dalam memberikan izin penggunaan fasilitas olahraga. Pembinaan usia dini memerlukan komitmen kuat dan ketersediaan infrastruktur yang memadai agar regenerasi atlet sepak bola tidak terhambat.
Dalam penutup keterangannya, Syafri memastikan bahwa hingga saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga Langkat tidak pernah mengeluarkan izin resmi terkait penggunaan stadion tersebut sebagai area pasar malam. "Tadi saya ketemu Kadispora Langkat sampai saat ini Kadispora tidak pernah mengizinkan penggunaan Stadion Nurcahaya sebagai tempat hiburan rakyat," tutupnya.