Kasus penangkapan puluhan warga asing di Guangxi atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas skema piramida telah membuka mata publik mengenai ketatnya aturan hukum di Tiongkok. Pemerintah setempat membedakan secara tegas antara pelanggaran administratif biasa dan tindak pidana berat dalam menangani kasus penipuan berkedok Multi-Level Marketing tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut penjelasan para ahli hukum, sanksi pidana umumnya hanya dijatuhkan kepada pihak-pihak yang bertindak sebagai pengorganisir atau pemimpin jaringan. "Hukum hanya menghukum penyelenggara dan pemimpin utama," ujar Kevin Hong, seorang mitra di AllBright Law Offices yang berbasis di Shanghai.
Kendati demikian, batasan antara korban yang tertipu dan pelaku kriminal dapat kabur jika seseorang mulai aktif merekrut anggota baru atau mengelola dana. Berdasarkan analisis tim redaksi, mereka yang awalnya terjebak sebagai korban bisa naik status menjadi tersangka apabila turut serta melatih atau memperluas jaringan.
Selain hukuman denda administratif bagi peserta biasa, para pemimpin sindikat terancam hukuman penjara hingga bertahun-tahun serta denda dengan nominal fantastis tergantung skala kerugian dan jumlah anggota yang terlibat.